PBC (Pindo Bike Community)
Salam Gowes,
Sabtu 9 Mei 2009 pagi yang sangat cerah, berkumpul jam 6.15AM di pindo-1 tidak lupa untuk foto-foto dulu biar semangat, Jam 07.00AM langsung narik tujuan ke Cilamaya sekitar 30 peserta gowes bareng menempuh perjalanan sekitar 40KM. Tampak wajah-wajah sumeringah (maklum masih pagi jadi semangat).Kemudian di jalan gabung beberapa rekan-rekan sehingga total peserta yang ikut mencapai 36 orang.
Perjalanan di lakukan dengan santai kecepatan 20-25KM/jam, setelah berjalan 10KM ada salah satu rekan kita yang bannya bocor dan langsung di ganti. Mendekati lokasi jalan berlubang rusak tapi masih tetap bisa dilalui dan tiba-tiba hujan turun dengan derasnya mengiringi perjalanan menuju lokasi. Sampai di lokasi langsung bakar ikan dan makan dengan lahapnya (maknyuusss).

Smoga kebersamaan kita akan terus terjaga sampai nanti bravo...(Sorry telat uploadnya ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan)



Bookmark and Share
Labels: 0 comments | |
PBC (Pindo Bike Community)

Sepeda Gunung yang pasti sangat identik dengan kegiatan menanjak dan menuruni pebukitan. Berikut adalah tips aman untuk melakukan kedua hal tersebut.

Tips untuk menaklukan tanjakan. sebenarnya problem ini agak rumit namun gampang. Syarat utamanya adalah harus memiliki keseimbangan, kayuhan sepeda yang sempurna, kaki yang kuat dan gir sepeda dipasang pada posisi rendah.

Seni dan cara melewati tanjakan curam dapat digambarkan pada tiga ketrampilan teknik dasar:
(1) Posisi tubuh yang benar.
(2) Menjaga kayuhan.
(3) Mengetahui apa yang sebaiknya tidak boleh dilakukan.
Sekali kita menguasai dasarnya, tanjakan yang tidak mungkin bisa dilewati akan berubah menjadi mungkin.

Cara terbaik untuk dapat melewati tanjakan yang sangat curam adalah kita harus menguasai cara nanjak secara bungkuk. Berikut adalah aturan cara nanjak yang benar. Penting untuk kita menghemat tenaga jadi sebaiknya jangan sprint di bagian awal tanjakan. Gunakan gir yang sedang, tetap jaga kecepatan kita sepanjang bagian bawah dan di bagian mudah dari tanjakan itu. Ketika tanjakannya jadi semakin curam, ganti ke gir yang semakin rendah (enteng) dan gerakan tubuh kita, ke ujung depan saddle, tapi jangan terlalu jauh, jangan sampai ban belakang kita slip pada tiap kayuhan sepeda.

Pindahkan beban tubuh kita ke pinggang untuk menjaga sebanyak mungkin berat pada roda belakang, tanpa membuat roda depan kita terangkat. Pandanglah bagian atas tanjakan dan pilihlah jalur lintasan terbaik yang akan kita lewati. Hindarilah sebisa mungkin pada bagian yang berbatu dan terlalu becek. Dalam situasi traksi minimal, mengangkat tubuh kita dari saddle, biasanya jadi pertanda dari akhir genjotan dan dimulainya kayuhan pada tanjakan. Tetaplah dalam posisi bungkuk sampai kita sudah bisa melewati bagian yang paling curam dari tanjakan itu. Kesalahan kita sewaktu menanjak yang paling umum terjadi adalah memindahkan posisi tubuh ke depan waktu ban depan sudah melewati ujung tanjakan, padahal ban belakang masih dalam kondisi menanjak. Hal ini akan mengambil beban dari ban belakang ( yang masih di tanjakan) dan menghapus semua aktivitas tanjakan kita. Terpenting adalah untuk tidak menyerah! Kalau kebetulan kita keluar dari jalur yang seharusnya, usahakanlah bertahan dan cari jalan alternatif ke atas.

Ingat, kita tidak akan mempunyai tenaga yang sama banyaknya kalau kita sampai gagal menanjak dan harus mencoba untuk nanjak lagi.
Keluarkanlah semua tenaga kita untuk melewati tanjakan itu dengan cara yang nalar dan ilmiah.

Cara Menaklukan Turunan

Berikut adalah tips untuk menaklukan turunan. Yang pasti dalam melakukan turunan ini, sangat diperlukan sikap tanpa takut dan tanpa gugup. Karena sekali kita 'goyah' sudah dapat dipastikan akan terjatuh. Setiap orang memiliki ketakutannya sendiri, namun jika orang lain bisa melakukannya.. mengapa kita tidak?

1. Ambil Posisi untuk Turunan

Langkah terpenting untuk selamat dari turunan curam, adalah dengan memindahkan berat badan ke arah ban belakang. Gerakan ini untuk memindahkan pusat berat badan kita ke ban belakang, sehingga jika kita menggunakan rem depan, sepeda yang kita kendarai tidak akan jumpalitan. Jangan ragu untuk berdiri diatas saddle sepeda. Lutut ditekuk, dan badan kita harus bungkuk di atas sepeda. Ini lah posisi turun yang benar. Membungkukkan badan di atas sepeda, agar supaya menjaga pusat berat kita di dalam batas aman, yang cukup buat roda depan supaya bisa stabil. Sekarang kita bisa bermanuver dan mengerem dengan tenang dan aman.

2. Coba Mengerem dengan Rem Depan

Memang agak repot untuk para pemula, karena mengerem dengan rem depan akan membuat para pemula goyah dan jatuh. Cuma mengandalkan rem belakang saja bisa merusak lintasan dan merusak turunan yang tadinya mudah untuk dituruni menjadi susah karena jadi ada jalur bekas rem. Coba latihan di turunan curam dengan posisi ini, dan setiap kali, gunakanlah lebih banyak rem depan, sampai benar-benar bisa mengerem dengan baik.

3. Mengendalikan Sepeda dengan Benar

Semua turunan yang curam pasti lurus, dan di bagian bawahnya akan ada jalan yang bisa dilewatin sehabis dari turunan. Tapi pada kenyataannya, semakin curam suatu turunan, maka semakin labil pula permukaannya. Jadi belajar untuk bermanuver dalam posisi tadi, adalah kunci keselamatan diri kita. Untuk melewati celah di turunan, pilih dimana jalur kita paling diagonal dari celah itu. 2 meter sebelum celah itu, lepas kedua rem. Nanti sepeda kita bakal terbang melewati celah itu. Segera! Tekan lagi rem depan, terus rem belakangnya, kalo yakin, kita sudah melewati celah itu.
Cara yang sama berlaku juga buat turunan model apa saja. Sepelan mungkin di turunan, lalu pas mau belok langsung lepas rem, dan tekan lagi remnya begitu sudah lewat belokannya. Selalu melatih kedua kegiatan ini bersama-sama untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Keberanian dan modal yang cukup akan membuat Anda merasa nyaman dengan hobi ini.
Kepenatan Anda terhadap rutinitas pun akan cepat hilang jika sering melakukan hobi ekstrim seperti ini
. (sumber : Majalan Manly)



Bookmark and Share
PBC (Pindo Bike Community)
Just too cool to ride

The latest, the Strida 5.0, is now available in the US bringing with it a new hybrid commute sensibility that is rolling in praise. More than just a utilitarian part of greener transport, this bike is an exercise in cool.









Mau..mau,..mau...??
http://comogy.com/art-and-design/366-futuristic-wine-cell-cooling-system.html_




Bookmark and Share
Labels: 3 comments | |
PBC (Pindo Bike Community)
Para Penggowes sepeda yang terbiasa melewati medan offroad dengan berbagai kondisi trek seperti aspal pecah, jalan setapak, jalan berlumpur, jalan kebun, turunan curam berbatu, tanjakan, kerikil dan lain sebagainya tentu mempunyai pandangan lain. Tidak jarang pula mereka harus merem mendadak setelah melaju kencang begitu melihat rintangan yang sulit dilewati. Mereka tentu menyadari beban kerja yang dialami oleh sepeda yang mereka gunakan.

Bagaimana pengaruh medan yang dilintasi terhadap kalibrasi handle bar, kondisi velg, jari-jari, rantai dan RD yang dipaksa bekerja keras, belum lagi bearing atau peluru yang bisa jadi pecah setelah melahap drop off atau menghajar batu.

Karenanya adalah sangat wajar bila sang Penggowes terlihat begitu asyik berjam-jam mengutak-atik, membersihkan, memberi pelumas, menyetel sparepart atau bahkan bolak-balik ke bengkel sepeda untuk memastikan sepeda yang biasa menemaninya selalu dalam keadaan tokcer.

Merawat sepeda gunung sebenarnya gampang dan murah, asal dilakukan secara rutin. Ibarat sepeda motor yang tidak dirawat secara rutin berkala, sepeda pun apabila tidak dirawat dengan baik maka apabila kerusakan terjadi sudah demikian parah tentu akan mengakibatkan

pengeluaran biaya yang tidak sedikit. Tetapi terus terang, rangkaian kegiatan sejak memilih, membeli/merakit, memakai, merawat serta memperbaiki sepeda adalah merupakan realitas mengasyikkan yang hanya bisa dirasakan oleh si empunya sepeda.

Tips merawat sepeda :
1. Bersihkan

Cuci sepeda Anda dengan air dan sabun agar bagian-bagian yang berpelumas bersih. Bersihkan bagian sprocket, chain ring pada crank, kabel, kanvas rem serta rotornya dan pulley RD dengan sikat gigi, kain kanebo

2. Keringkan
Keringkan dengan kain lap yang halus (kanebo) kemudian jemur sebentar agar sepeda benar-benar kering.

3. Lumasi
Lumasi bagian-bagian yang perlu pelumas dengan pelumas sepeda.
Bagian yang perlu pelumas : rantai, baut-baut shifter (tuas pemindah gigi), tuas rem, pemindah gigi ban depan dan ban belakang), cleatless pedal, serta kabel rem dan gigi.

4. Periksa
Periksa kembali baut-baut yang kendor, brake, bearing, kencangkan baut-baut agar aman saat digenjot.

5. Simpan
Simpan sepeda Anda, usahakan jangan diparkir lantai untuk jangka waktu yang lama, karena ban sepeda akan mengeras dan menyebabkan korosi pada velk alloy Anda. Menggantung sepeda akan lebih aman jika disimpan dalam jangka waktu yang lama. (Dari berbagai sumber)




Bookmark and Share
PBC (Pindo Bike Community)
Safe Cycling in the Road

It is important to learn how to bike safely on the road. Try to stay in the left lane. But not to edge too, because usually shatter glass / glass and sharp objects cause leaking tire, it is there. You have the same vehicle with other users. Bersepedalah with a 2-3 foot distance from the mouth asphalt. Give space to others on the vehicle through without disrupting the current path you use. Use the hint-hand turn and make sure before installing a number of reflector when cycling
in the dark.


Wearing helmet

If you want more secure cycling, always use a bicycle helmet. Injuries in other body parts can still be treated and recover, while the brain cell injury is very difficult to detect and difficult to be cured. Head visit bike shops and select the one that has a helmet safety standard corresponding your cycling skills. Choose which really feels fit with the size of your head and adjust the strap so that the helmet pengikatnya not easily be separated. Do not slack to tension or vice versa.


Use shifter

Many people who love cycling using the highest gear all the time.
Purpose heart want to get the speed as closely as possible. As a
result, they paddle with a hard and fast lethargy. Way so not only
cause the weary foot-weary, but also can damage the muscles and joint. But how efficient is that cyclists take the stroke (cadence) is in the range of 80-100 rounds permenit (RPM). Use shifter in order to maintain the cadence depending on the conditions that faced the road. Lower gear when the road uphill. Do not feel reluctant to take shifter as often as possible, for the comfort of your foot pedal when the pedal. Better cycling with safe and comfortable, rather than solely pursue speed.


Handlebar control in the curve

This is due to appear only need to rotate the handlebar, the direction and veer right handlebar is quite a while want to add a stroke more quickly. Reasonable if the first time you feel afraid to bend when passing a bicycle appears italics. But the expert rider can even tilt up to a bicycle near 45 degrees with no drop.Practice early in the curve with speed without being rigid. The more you practice, feelings of fear will be lost through a twist in itself.


Braking

There are myths that the braking on the front wheel can cause a cyclist can terjungkal. This myth is not entirely correct, front brake
is more work than the rear brake. Front brake capable of stopping a
bicycle more efficient rate.


Cycling in line Off-Road

Many unique challenges that lie in the path off-road. Cycling will
feel more comfortable because of past land, grass, trees, and other
natural scenery. However, never try to put off non-bike on the road
this path. In addition also contains many dangerous risks, such as a
flat tire. Use a bicycle that is designed for off-road if you want to
ride a bicycle across mereguk enjoyment of nature. Mountain bike
(mountain bike) is the best option. Consider the jaur passed fit your
cycling ability. Do not be ashamed to play the lead or a bicycle, if
the road conditions are too difficult to pass.


Bicycle Fitness

Cycling merupaka the best way to gain health. If you do not
already exercise, start slowly with the body so. with a short distance in the beginning stage (less than hourly) and try to regularly (4-5 times a week). At this time the body will experience adjustment. To avoid injury, do not be too heavy or cycling in the far distance. After a week or two next sunday, you're ready to add the distance and the longer cycle time. Follow to join the local bike club.
(Source http://www.polygoncycle.com/)
Bookmark and Share
PBC (Pindo Bike Community)
Biar kuat gowes sarapan dulu dong biasa menu ikan belut plus telor bebek jangan lupa teh manis hangat dijamin siap tempur deh mo medan kayak gimana juga..
.
Nah udahh sarapan langsung brangkat gowes..gowes.... meskipun jalurnya kayak gini gowes jalan terussssss....eh nyungsep deh tuh di poon pisang
Kalo ada yang murah meskipun lagi gowes ya di datengin deh, mau pete ke mangga ke jeruk ke apa aja deh yang penting murah meriah jadi buat oleh-oleh biar ngga di marahin sama mamah katanya makanya pada beli dah tuh pete....meskipun bau he,,he,,he,,
Kalo gowes pulangnya bawa duren gimana ya...???



Bookmark and Share
Labels: 1 comments | |
PBC (Pindo Bike Community)

Jadwal masih seperti biasa hari selasa dan kamis pos pertama di prapatan jembatan gantung jam 6.15am, tunggu teman yang dari klari dan johar, pos kedua di prapatan perumahan peruri dan bintang alam tunggu teman yang dari perumahan bintang alam dan perumahan peruri jam 6.30am, pos ketiga di cidomba jam 07.00am tunggu teman dari perumnas dan karaba. Sampai pabrik jam 07.30am bisa langsung sarapan atau mandi dan siap kerja, ayo kita gowes....gabung yuu...


Bookmark and Share
Labels: 2 comments | |