PBC (Pindo Bike Community)


Salam Gowes,
Januari 2009 tanggal 24 s/d 25 memang merupakan hari yang tidak bisa di lupakan deh, dimana saat hujan turun membasahi bumi para BTP karawang sedang menggowes di area bukit Cimalaka buah dua Sumedang, jalurnya yang dahsyat abis memicu adrenalin sekali meskipun hujan menguyur tetap Gowes terus tetapi setelah menempuh sekian lama akhirnya mendapatkan kebahagiann yaitu berendam di air panas wuah mantap abisssss.
Taklupa kami ucapkan banyak terimakasih kepada tuan rumah yang telah meyambut team BTP Karawang dan mengantar untuk naik gunung nih juga kepada semua yang telah berpartisipasi dalam acara ini.
Bookmark and Share
Labels: 0 comments | Links to this post |
Reactions: 
PBC (Pindo Bike Community)

Rantai seperti sepeda, sering mengalami penyakit rantai tegang, terutama saat musim hujan atau terlalu lama disimpan. Rantai tegang ini muncul karena adanya karat dan kotoran disela-sela mata rantai. Tanda ini untuk sepeda susah untuk memindahkan gigi, selain itu juga muncul suara gemeretak saat dijalankan. Tidak nyaman bukan, berikut ini tips untuk menyembuhkannya :

  • Membersihkan rantai dari karat dan kotoran dengan sikat kawat yang tidak terlalu kaku. Gunakan minyak tanah atau solvent (spray khusus pembersih karat).
  • Kalau kotoran dan karat masih membandel, bisa juga dengan cara yang agak merepotkan, copot rantai dan rendam dalam minyak tanah. Lama waktu merendam tergantung karat dan kotoran yang sudah hilang atau tergantung kesabaran Anda, Seteleh direndam gosok dengan sikat kawat yang lembut agar lebih bersih. Dengan cara ini karat dan kotoran akan cepat hilang
  • Setelah semua kotoran dan karat hilang, lumuri rantai dengan pelumas.
Nah sekarang siap deh gowes lagi ngga bakalan ada bunyi-bunyi aneh lagi deh.
Bookmark and Share
Labels: 2 comments | Links to this post |
Reactions: 
PBC (Pindo Bike Community)

Saat ini tersedia beragam model dan ukuran handlebar. Ada yang lurus dan ada pula yang bengkok.
Manakah pilihan yang terbaik untuk sepeda Anda?Flat Handlebar (lurus) dengan rise handlebar (melengkung) punya karakteristik dan kegunaan sendiri-sendiri. Artinya, yang satu tak lebih baik dari yang lain. Untuk memustuskan handlebar mana yang akan dipilih ada baiknya kita simak dua hal berikut:
1. Berkaitan dengan poisisi dan postur pengendara di atas sepeda.
- Flat hanldebar akan membuat posisi pengendara relatif membungkuk sehinga berat tubuhnya sedikit bergeser ke depan dari center of- gravitynya. Posisi sedikit membungkuk knipaling ideal untuk mengejar speed serta mempertahankan kestabilan sepeda.
- Dengan rise bar, poisis tubuh pengendara akan jadi lebih tegak. Bahkan jika menggunakan stem pendek badan bakal bertambah tegak lagi. Makin tegak tubuh, titik gaya berat akan bergeser ke belakang. Bahkan bisa melampaui center of gravity (biasanya berada di seputar bottom braket). Posisi ini ideal untuk mengoptimalkan handling dan kontrol pada kemudi, terutama di medan turunan tajam dan berkecepatan tinggi.

2. Rise hanldebar memiliki kemampuan meredam getaran yang lebih baik dibanding flat handlebar. Kemampuan meredam getaran ini sangat penting untuk membantu mengurangi rasa lelah pada lengan akibat buzzing saat melewati medan off-road. Handlebar model demikian lazim dipergunakan untuk sepeda all mountain (enduro), long travel XC, maupun sepeda Downhill dan Freeride. Makin ekstrem lintasan yang akan dilalui, biasanya makin besar juga ukuran (derajat) rise yang dibutuhkan. Flat handlebar lebih banyak dipakai pada sepeda jenis cross-country (race) yang membutuhkan kecepatan tinggi dan tingkat rigiditas tinggi begitu melahap tanjakan.
Bookmark and Share
Labels: 0 comments | Links to this post |
Reactions: 
PBC (Pindo Bike Community)
Aman Bersepeda di Jalan Raya
Sangatlah penting untuk mengetahui bagaimana caranya sepeda dengan aman di jalan raya. Usahakan tetap berada di jalur sebelah kiri. Namun jangan terlalu ke pinggir, sebab biasanya pecahan gelas/kaca dan benda-benda tajam penyebab ban bocor, justru ada di situ. Anda mempunyai yang sama dengan pengguna kendaraan bermotor lainnya. Bersepedalah dengan jarak 2-3 kaki dari bibir aspal. Beri ruang pada kendaraan lain untuk lewat tanpa mengganggu jalur yang sedang Anda pakai. Gunakan isyarat-tangan sebelum berbelok dan pastikan memasang sejumlah reflektor jika bersepeda dalam kondisi gelap.

Kenakan Helm
Jika Anda ingin lebih aman bersepeda, selalu gunakan helm sepeda. Cedera di bagian tubuh lainnya masih bisa diobati dan pulih kembali, sedangkan sel otak yang cidera sangat sulit terdeteksi dan sukar disembuhkan. Segeralah kunjungi toko sepeda dan pilih salah satu helm yang memiliki standar keamanan sesuai keahlian Anda bersepeda. Pilihlah yang benar-benar terasa pas dengan ukuran kepala Anda dan sesuaikan tali pengikatnya agar helm tak mudah lepas. Jangan sampai kendor atau sebaliknya kekencangan.

Gunakan shifter
Banyak orang yang gemar bersepeda menggunakan gear tertinggi sepanjang waktu. Maksud hati ingin memperoleh kecepatan semaksimal mungkin. Akibatnya mereka mengayuh dengan keras dan cepat kecapaian. Cara demikian bukan saja menyebabkan kaki pegal-pegal, tapi juga dapat merusak otot dan persendian. Padahal cara bersepeda yang efisien justru mengusahakan kayuhan (cadence) berada di kisaran 80-100 putaran permenit (RPM). Pakailah shifter guna memelihara cadence tergantung kondisi jalan yang dihadapi. Turunkan gear bila menghadapi jalan menanjak. Jangan merasa enggan untuk mengoper shifter sesering mungkin, demi kenyamanan kaki Anda saat mengayuh pedal. Lebih baik bersepeda dengan aman dan nyaman, ketimbang semata-mata mengejar kecepatan.

Mengendalikan Handlebar di Tikungan
Ini karena tampak hanya perlu memutar handlebar, mengikuti arah tikungan dan cukup meluruskan handlebar kala ingin lebih cepat menambah kayuhan. Wajar jika pertama kali Anda merasa takut saat melewati tikungan hingga sepeda tampak miring. Tapi pengendara yang lebih ahli bahkan dapat memiringkan sepeda hingga mendekati 45 derajat tanpa terjatuh. Berlatihlah pada tahap awal menghadapi tikungan dengan kecepatan sedang tanpa kaku. Semakin banyak Anda berlatih, perasaan takut melewati tikungan akan hilang dengan sendirinya.

Pengereman
Ada mitos yang mengatakan pengereman pada roda depan bisa menyebabkan pengendara sepeda dapat terjungkal. Mitos ini tak seluruhnya benar, rem depan justru berfungsi lebih banyak dibanding rem belakang. Rem depan mampu menghentikan laju sepeda lebih efisien.

Bersepeda di Jalur Off-Road
Banyak tantangan unik yang terbentang di jalur off-road. Bersepeda akan terasa lebih menyenangkan karena melewati tanah, rumput, pepohonan, dan pemandangan alami lainnya. Meski demikian, jangan pernah mencoba memakai sepeda non off-road di atas jalur ini. Selain berbahaya juga mengandung banyak resiko, ban kempes misalnya. Pakailah sepeda yang memang dirancang untuk off-road jika ingin mereguk kenikmatan bersepeda lintas alam. Sepeda gunung (mountain bike) merupakan pilihan yang terbaik. Pertimbangkan jaur yang dilewati sesuai kemampuan bersepeda Anda. Jangan malu untuk memutar atau menuntun sepeda, jika kondisi jalan memang dirasa terlalu sulit dilewati.

Bicycle Fitness
Bersepeda merupaka cara terbaik untuk memperoleh kesehatan. Bila Anda sudah lama tak berolahraga, mulailah dengan perlahan agar tubuh mengalami rekondisi. Bersepedalah dengan jarak yang pendek pada tahap permulaan (kurang dari sejam) dan usahakan secara berkala (4-5 kali dalam seminggu). Pada masa ini tubuh akan mengalami penyesuaian. Guna menghindari cidera, jangan bersepeda terlalu berat atau dalam jarak yang jauh. Setelah seminggu atau dua minggu berikutnya, Anda sudah siap untuk menambah jarak dan waktu bersepeda lebih panjang. Ikutlah bergabung dengan klub sepeda setempat. (Sumber http://www.polygoncycle.com/ )
Bookmark and Share
Labels: 0 comments | Links to this post |
Reactions: